hi.....
kenalin nama saya bambang, komplitnya bambang supriyadi. saya tinggal di bandung daerah pinggiran, tapi nggak jauh juga dari bandung city. so nggak banyak masalah dengan urusan macet.
saya suka ama yang namanya hi tech, tapi gak hanya sebagai "penikmat" aja, penginya sih bisa bikin sesuatu yang manfaatin tech, disamping ngasilin banyak duit, juga bisa jadi bahan kepuasan diri.
saya suka kenalan, tapi gak gitu interest ngobrol kesana kemari yang cuman wasting time, apalagi ngumpul cuman buat urusan gapleh, gonjrang-ganjreng, ngalor-ngidul dll..
kata orang sih saya orangnya angkuh, tapi kalo saya pikir-pikir kayaknya bener juga kata mereka, karena saya terlalu serius kalo lagi ngobrol. tapi yang pasti saya orangnya memang selalu serius.
canda saya memang suka, joke juga tapi 'on the mood' aja kalo lagi kerja/sibuk paling bt kalo diajak canda..
saya sudah punya anak satu, bini satu. mungkin itu yang bikin saya tambah keliatan serius. karena saya punya banyak mimpi buat saya dan keluarga saya bokap-nyokap orang jawa asli, itu yang bikin saya medok ngomong jawanye, sayang bokap saya sudah 'pass away' alias meninggal, semoga tuhan selalu mengampuni dan memberi rahmat kepadamu..
hobi saya nggak jelas, kayaknya cuman pelampiasan obsesi waktu kecil, waktu kecil pengin punya sepeda kaya punya saudara yang bagus, trus melototin aja kalo ada sepeda bagus, punya duit kebeli trus udah aja.
pengin boil, kaya bokap punya dulu, belum kesampaian juga. nggak apa-apa yang penting usaha. yang penting saya punya prinsip gak tergantung sama orang untuk bisa seneng. semua mesti usaha.
gak ada yang lebih menyenangkan dibanding ngumpul ama keluarga dan temen-temen deket. walo orang pikir saya tu sombong dan gak mau sosialisasi, tapi di dalam hati saya yang paling dalem, saya 'care' kok ama orang lain, suer. cuman saya punya kesulitan untuk jadi cepet akrab dengan orang lain.
makanya kalo pengin kontak saya juga gak usah sungkan, kalo kita punya interest yang sama mungkin kita bisa cepet akrab.

ok, best regards
 

Sunday, September 21, 2008

Multi Vendor versus Single Vendor

Abstraksi

Suatu sistem informasi terdiri dari interaksi dua bagian besar yaitu organisasi dan teknologi informasi. Komponen teknologi informasi sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari bermacam-macam dan banyak komponen yang berbeda.
Pengelolaan dari berbagai macam dan banyaknya komponen dalam suatu sistem yang memanfaatkan teknologi informasi tidaklah mudah. Banyak pertimbangan yang harus diberikan dalam mengambil keputusan terutama dalam pemilihan konfigurasi dari device / perangkat baik hardware maupun software. Apakah kita akan menggunakan komponen yang diproduksi oleh banyak vendor (multi vendor) atau hanya satu penyedia saja (single vendor). Tulisan yang berupa opini ini yang didasarkan juga dari pandangan-pandangan dari perspektif teknis dan keuangan yang disadur dari beberapa literatur mungkin bisa menjawab pertimbangan – pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam penerapan teknologi informasi di perusahaan atau instansi pemerintah .

Dipandang dari Perspektif Teknis dan Keuangan

Idealnya menurut beberapa literatur yang penulis baca, dari sisi teknis penerapan satu sistem standar yang disuport oleh satu vendor (single vendor) jauh lebih baik, ada beberapa masalah yang menjadi pertimbangan yaitu :

- Kompatibilitas, banyak komponen–komponen yang tidak kompatible antara satu dengan lainya karena tiap-tiap komponen itu dibangun tidak dengan standar baku.

- Reliabilitas, semakin banyak interface yang dibuat untuk menjembatani dua atau lebih komponen yang berbeda, akan akan semakin berpotensi mengurangi tingkat integritas sistem. Dengan kata lain, data atau informasi yang dihasilkan cenderung tidak akurat, redundan, tidak dapat dipercaya (memiliki kualitas yang rendah).

- Kontrol dan pemeliharaan, Semakin beragam sistem, semakin sulit mengontrolnya karena setiap kali sebuah komponen ditambah atau diganti dengan versi baru, akan semakin bertambah kompleksitasnya (menciptakan persoalan-persoalan baru), sehingga semakin sulit mengontrolnya.

- Fleksibilitas sistem, Jika ada teknologi baru yang secara prinsip mengganti cara kerja komponen utama, maka harus diadakan perombakan secara teknis (desain baru dan konstruksi ulang) terhadap semua komponen terkait. Semakin kompleks sistem, akan semakin sulit merombaknya.

- Kinerja, Sering terjadi bahwa sistem standar memiliki kinerja yang jauh lebih baik (lebih cepat prosesnya, dan lebih hemat memorinya) dibandingkan dengan sistem campuran walaupun secara teknis spesifikasi masing-masing komponennya sama. Tentu saja perusahaan tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengatasi hal ini.

Dari perspektif keuangan/finasial dari beberapa literatur disimpulkan bahwa memiliki sistem standar dengan single vendor akan jauh relatif lebih murah dari pada sistem yang terbentuk dari beberapa komponen dengan standarnya masing-masing (multi vendor), dengan pertimbangan masalah sebagai berikut :

- Pemeliharaan atau maintenance. Satu sistem berarti satu vendor. Artinya, perusahaan hanya perlu menjalin hubungan dengan satu vendor sistem yang bersangkutan untuk kontrak supports dan services.
Jika infrastruktur teknologi informasi terdiri dari beragam komponen dengan bermacam-macam merek, berarti perusahaan harus memiliki hubungan dengan beberapa vendor sekaligus, terutama untuk memelihara komponen-komponen yang sangat kritikal bagi bisnis (jika komponen tersebut rusak, dapat mengganggu aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari).

- Pelatihan dan pengembangan SDM (internal training). Walau bagaimanapun, Divisi Teknologi Informasi perusahaan harus memiliki karyawan yang memiliki kompetensi dan keahlian terhadap sistem yang diimplementasikan di perusahaan. Memiliki sistem yang beragam berarti harus mengirimkan beberapa karyawan ke beberapa lembaga pelatihan.
Biaya pendidikan ini tentu saja tidak sedikit, mengingat bahwa komponen teknologi informasi selalu berkembang dari satu versi ke versi baru berikutnya, sehingga karyawan harus selalu meng-update pengetahuannya sehubungan dengan perkembangan ini.

- Interfacing. Tidak semua komponen dapat dengan mudah dipadukan dengan beberapa komponen lainnya. Terkadang perlu dibangun suatu jembatan komunikasi antara satu komponen dengan komponen lain tersebut. Untuk membangun interface ini, yang pada dasarnya dapat berupa perangkat keras maupun perangkat lunak, tentu saja diperlukan investasi khusus dari perusahaan yang tidak sedikit. Tentu saja biaya investasi semakin membengkak sejalan dengan semakin banyaknya komponen yang harus dikoneksi.

- Biaya-biaya tak terduga lain yang mungkin timbul di kemudian hari akibat adanya sistem yang tidak seragam. Antara lain :
1. Biaya upgrade versi, jika salah satu komponen diganti dengan versi yang lebih baru maka komponen yang terkait harus diganti juga agar berjalan dengan normal (jika tidak ditakutkan support dan service tidak lagi tersedia untuk sistem yang lama).
2. Sistem Back up, jika ada komponen yang gagal beroperasi maka harus ada komponen lain yang bisa menggantikan sehingga sistem tidak berhenti beroperasi, jika menggunakan multi vendor maka harus dipersiapkan banyak komponen pengganti sehingga tidak efisien.


Opini Penulis :

Dipandang dari sisi teknis dan keuangan kita bisa pertimbangkan dari skala kebutuhan (terjaminnya keamanan dll) dalam penerapannya. Ada beberapa industri yang justru mempersyaratkan penggunaan multi vendor dalam penerapannya karena memang regulasi yang mengharuskan demikian, misalnya seperti pengalaman yang pernah alami sewaktu bekerja dalam industri penerbangan. Untuk pengolahan data-data yang diambil dari sensor-sensor untuk navigasi, bahan bakar, kinerja mesin dan lain-lain diperlukan perangkat lunak pembanding yang berjalan disamping perangkat lunak utama yang dioperasionalkan, diharapkan dengan penerapan algoritma yang berbeda akan didapat akurasi yang tinggi dari informasi yang diolah, dan juga sebagai back up apabila ada hasil informasi dari perangkat lunak utama yang dianggap menyimpang (sebagai kontrol) sehingga pilot bisa dengan akurat mengambil keputusan. Dalam proses produksi juga diterapkan hal tersebut, disamping di test di wind tunnel juga digunakan software untuk analisa aerodinamik dengan simulasi-simulasi model, dan juga test tegangan/stress pada part-part bisa dilakukan di laboratorium pengujian dan juga pemanfaatan software untuk stress tensile analisys. Tiap-tiap komponen dan peralatan itu disediakan oleh vendor yang berbeda, tapi hal ini harus dilaksanakan karena pertimbangan regulasi yang mewajibkan hal tersebut untuk menjamin faktor keamanan.
Dalam beberapa kasus memang penerapan single vendor atau satu sistem standar cukup efisien dari sisi teknis dan finansial, hanya dalam beberapa kasus yang lain dimana faktor keamanan menjadi hal yang mandatori, harus benar-benar diperhatikan regulasi dalam penerapan sistem, mungkin multi vendor harus diterapkan sebagai solusi terbaik jika memang regulasi mengatur demikian.
Pada kenyataanya masih banyak perusahaan atau instansi pemerintah yang menerapkan multi vendor / multi sistem sebagai solusi dalam penerapan teknologi informasinya hal ini didasarkan oleh pertimbangan – pertimbangan sebagai berikut :

- Jarang terdapat sebuah vendor atau perusahaan teknologi informasi yang memiliki seluruh produk yang dibutuhkan oleh sebuah sistem informasi perusahaan. Jika ada pun, pasti merupakan perusahaan raksasa, seperti IBM dan Hewlett Packard, yang menjual komponen-komponennya dengan harga relatif mahal, yang hanya terjangkau untuk perusahaan skala menengah ke atas.

- Tidak semua komponen kritikal untuk bisnis perusahaan yang bersangkutan, sehingga untuk komponen-komponen ini (seperti modem, hub, kabel, monitor, dsb.) diputuskan untuk mencari merek yang beragam (kualitas baik untuk harga yang tidak begitu mahal).

- Eksistensi / keberadaan vendor, sebagai pertimbangan pemilihan dari resiko berhentinya operasional perusahaan penyedia (bangkrut, pindah dll) apabila dipilih hanya single vendor.

- Karena sudah banyaknya komponen yang menjanjikan kompatibel dengan standar-standar internasional yang telah ditetapkan (contohnya adalah protokol komunikasi data, struktur database, user interface, dsb.). Walaupun berbeda merek, tetapi vendor pencipta komponen yang ada mengacu kepada spesifikasi teknis internasional, yang secara de facto telah menjadi standar sistem.

- Harga komponen. Komponen dengan brand internasional biasanya lebih mahal dari komponen produksi lokal, penetapan harga dengan mata uang asing US Dollar menambah beban investasi, juga tarif service / maintenance yang lebih tinggi.



DAFTAR PUSTAKA

[1] Indrajit, Richardus Eko, Infrastruktur Multi-Sistem Dipandang dari Perspektif Teknis dan Keuangan, Renaissance Research Center,1999.
[2] Earl, M., Management Strategies for Information Technology, Prentice Hall, 1989.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home